![]() |
| Istimewa. |
Meski pihak kepolisian kerap melakukan operasi dan penindakan tegas terhadap para pelaku penyelewengan BBM. Namun aktivitas ilegal ini tampaknya tidak kunjung surut dan para pelaku terlihat tidak gentar melanjutkan aksinya.
Salah satu lokasi yang diduga menjadi posko penampungan BBM 'kencingan' ini berada di bawah rindangnya pepohonan yang tidak jauh dari gerbang Pelabuhan Makobar. Inisial RT disebut sebagai pembeli BBM jenis solar itu dari sejumlah supir truk dan trailer dengan harga murah.
Kemudian, RT diduga kembali menjual BBM tersebut dengan harga lebih tinggi kepada bos minyak solar industri inisial G yang notabene namanya sudah senter dikenal didunia penyaluran BBM jenis solar di Kota Batam.
"Toke mereka ini infonya bos minyak inisial G yang punya gudang di seputaran Kecamatan Batuaji. Dibeli murah dari para supir untuk disalurkan kembali dengan harga industri," tuturnya.
"Setiap hari mereka bisa mengumpulkan minyak sampai lebih dari satu ton. Mereka selama ini beroperasi ditempat itu aman-aman aja sampai sekarang,” ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya demi alasan keamanan, Kamis (11/06/2026).
Dari penelusuran awak media ini dilokasi. Ditempat yang diduga sebagai posko penampungan BBM kencingan tersebut terlihat dua orang pria sedang duduk santai yang diduga menunggu para sopir untuk 'kencing BBM'.
Meski ditutupi dengan spanduk, terlihat sejumlah jerigen dan selang yang diduga untuk menyedot BBM dari tengki truk yang ingin 'kencing'. Terlihat juga 2 unit mobil sedang parkir yang diduga sebagai pelangsir BBM tersebut. Salah-satu nya mobil merk Grand Max berwarna putih dengan pelat nomor B 9725 NCH.
Unit mobil yang diduga digunakan untuk melansir BBM tersebut disebut milik oknum polisi aktif. Untuk memastikan hal tersebut, awak media menghubungi langsung oknum polisi berinisial KS. Ketika ditanya mengenai kendaraan itu terlibat dalam aktivitas pengepulan itu, KS mengakui kepemilikan mobil tersebut namun memberikan penjelasan berbeda.
“Ya, itu memang mobil saya. Tapi saya sewakan kepada RT,” jawab KS singkat melalui pesan singkat WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada RT terkait dugaan aktivitas penampungan BBM kencingan para supir di tempat tersebut. ***
sumber: Pelitatoday.com
